Episode 22 Kudüs Fatihi Selahaddin Eyyubi Subtitle Indonesia

Episode 22 Kudüs Fatihi Selahaddin Eyyubi Subtitle Indonesia
(Shalahuddin Al Ayyubi Sang Pembebas Al Quds).

Episode 22 Kudüs Fatihi Selahaddin Eyyubi episode ini. Sultan Nuruddin mengambil langkah tegas dengan memasang tali busur di leher saudaranya sendiri, Mevdud, yang telah melakukan pengkhianatan terhadapnya. Dengan bantuan dari Karategin, Saladin berhasil merebut kembali Damaskus dan mengeksekusi Avram atas kejahatannya yang besar.

Episode 22 Kudüs Fatihi. Namun, ketika Sultan Nuruddin hendak melaksanakan eksekusi terhadap Mevdud, ibu mereka, Kutlu Khatun, tiba di medan perang dan menghentikannya. Sultan Nuruddin akhirnya menyerah dan memilih untuk tidak membunuh Mawdud atas permintaan ibunya. Tetapi memberinya hukuman yang sangat berat.

Lihat Episode Sebelumnya Disini

Dolat, setelah mengetahui bahwa Damaskus telah direbut kembali oleh Shalahuddin dengan bantuan Karategin, merasa marah besar. Dolat curiga terhadap Karategin, menganggapnya dan sebagai pengkhianat. Hal ini memicu ketegangan antara Dolat dan Nuruddin. Dolat kemudian memutuskan untuk membawa pasukan dari Anatolia di bawah pimpinan putranya, Iltutmish. Kemudian memperkuat posisinya di Negerinya Zanki.

Sementara itu, Bernard melihat situasi ini sebagai kesempatan untuk memperkuat posisinya dan memperburuk hubungan antara Zanki dan Seljuk. Dia menjalankan rencana dengan menjebak Nuruddin dan Dolat dalam permusuhan. Sementara Bernard sendiri memperkuat hubungannya dengan Dolat.

Dalam menghadapi situasi yang semakin tegang ini, pertanyaan muncul. Apakah Sultan Nuruddin akan mampu menghadapi Dolat yang secara terang-terangan menyatakan perang? Bagaimana kedatangan Kutlu Hatun akan memengaruhi dinamika di istana? Dan bisakah Shalahuddin menggagalkan rencana jahat Bernard, sambil mengatasi pengkhianatan di sekelilingnya, dan sambil berusaha menaklukkan Gaza?

PLAYER 1

LINK DOWNLOAD DENGAN IKLAN
LINK DOWNLOAD TANPA IKLAN

CHANNEL TELEGRAM | CHANNEL WHATSAPP | GRUP

Seluruh rangkaian peristiwa ini menimbulkan tantangan besar bagi Sultan Nuruddin, Shalahuddin, dan para pemimpin lainnya. Kedewasaan politik dan kebijaksanaan strategis diperlukan untuk menghadapi musuh-musuh yang datang dari dalam dan luar, sementara upaya untuk menjaga persatuan dan stabilitas di dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Silahkan klik di sembarang tempat sebagai tanda sudah menjawab salam

Gambar