Mehmed Fetihler Sultanı Episode 30 Subtitle Indonesia.
Mehmed Fetihler Episode 30 ini. Sultan Mehmed II menunjukkan ketegasan dalam menghadapi pemberontakan di kalangan Janissari. Ia menindak keras pemberontakan yang dipimpin oleh Ali Haydar, seorang Orta Agha. Ali Haydar bersama para pemberontak yang terlibat harus membayar mahal, dengan nyawa mereka sebagai harga pemberontakan tersebut. Keputusan Sultan Mehmed menunjukkan sikapnya yang tak toleran terhadap pemberontakan dalam tubuh pasukannya.
Lihat Episode Sebelumnya Disini
Mehmed Fetihler Episode 30. Di sisi lain, Sultan Mehmed juga memerintahkan Battal dan Bali Bey untuk mengambil tindakan terhadap orang-orang yang menyergap kafilah yang datang dari Payitaht. Mereka berdua pun berangkat untuk menjalankan tugas tersebut. Ferhat, yang bekerja sama dengan bandit Dugin, berusaha menghalangi perjalanan kafilah dengan memberikan emas kepada para bandit. Emas ini diserahkan melalui kepala pelayan Ferhat, Beşir, agar para bandit dapat lebih lama tinggal di wilayah tersebut.
Namun, Battal dan Bali Bey berhasil menemukan jejak Dugin. Mereka menangkap Beşir dan membawanya ke hadapan Sultan Mehmed. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: akankah Dugin dan Beşir menyerahkan Ferhat Pasha? Apakah Ferhat Pasha akan terbongkar sebagai pengkhianat yang bekerja sama dengan bandit?
Ketegangan semakin meningkat saat meriam Elang siap ditembakkan. Sultan Mehmed telah memutuskan bahwa serangan terhadap Konstantinopel harus dimulai. Hari-hari penantian di kamp Utsmaniyah akhirnya berakhir, dan tak ada lagi yang menghalangi serangan. Sultan Mehmed memerintahkan para wazir, komandan, dan seluruh prajuritnya untuk bergerak. Meriam Şahi, yang dianggap sebagai kunci kemenangan, berada di tangan Sultan Mehmed. Ia menembakkan meriam dengan kekuatan penuh, menyebabkan bola meriam menghantam dinding gerbang St. Romanos
Serangan ini memberi semangat lebih kepada tentara Utsmaniyah. Janissari, akıncı, dan azap mulai menyerang dengan teriakan Mehmed yang menggebu-gebu. Namun, pihak Bizantium sudah mempersiapkan pertahanan yang kokoh. Pemanah Neapolitan menembakkan hujan panah ke barisan Utsmaniyah. Api Grejuva yang menyala-nyala juga menghalangi kemajuan pasukan Utsmaniyah. Minyak panas yang mengalir dari tembok semakin menyulitkan serangan.
PLAYER 1
PLAYER 2
CHANNEL TELEGRAM | CHANNEL WHATSAPP | GRUP
Meskipun menghadapi perlawanan sengit, pasukan Utsmaniyah terus maju. Namun, kerugian yang diderita sangat besar. Sultan Mehmed yang berprinsip “Dalam perang ini, prajurit dan sultan adalah satu” harus menghadapi tantangan besar di antara tembok luar dan dalam. Pertanyaan besar pun muncul: apakah Konstantinopel akan jatuh dan berubah nama menjadi Istanbul setelah serangan besar ini? Apa yang akan terjadi pada Sultan Mehmed dan pasukannya dalam pertempuran sengit ini? Apakah mereka akan berhasil menerobos pertahanan Bizantium dan meraih kemenangan?
DISCLAIMER :
– Konten ini di hosting oleh server pihak ketiga
– Sewaktu-waktu link bisa terhapus oleh server
– Terkadang akan menyertakan ads

