- SUDAH TAYANG!! Kurulus Orhan Episode 24 -

PERUBAHAN DARI DINASTI SELJUK KE DINASTI UTSMANI (1)

Hal apakah yang mendasari Perubahan dari Dinasti Seljuk ke Dinasti Utsmani. Pada tahun 699 H/1299 M, Utsman I mengumumkan dirinya sebagai Padisyah al Utsman, atau raja besar keluarga Usman, dan mulai memperluas wilayahnya. Sejarah peradaban Islam telah berlangsung selama lebih dari empat belas abad dan mencapai puncaknya selama pemerintahan Mehmed (Muhammad) II, juga dikenal sebagai Al-Fatih.

Loo Kesultanan Dinasti Seljuk

Peradaban Islam juga mengalami masa naik dan turun, seperti halnya sejarah peradaban lainnya. Ada saat-saat ketika Islam berkembang dan berjaya, dan ada saat-saat ketika ia mengalami kemunduran, bahkan sampai kehancurannya. Dinasti Turki Utsmani adalah kekhalifahan Islam yang sangat besar yang memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan wilayah Islam di Asia, Afrika, dan Eropa.

Sulaiman Syah

Sulaiman Syah memimpin suku Kayi—yang berasal dari Asia Tengah—saat bangsa Mongol menyerang orang Islam, menjaga penduduk asli sukunya tetap aman dari serbuan tentara Mongol ke wilayah barat. Pada tahun 1219 M–1220 M, tentara Mongol menaklukan wilayah Islam dari dinasti Khwarazm Syah. Sulaiman Syah meminta perlindungan Jalal ad-Din, pemimpin terakhir dinasti Khwarazm Syah di Transoksania. Sebelum tentara Mongol mengalahkan mereka, Jalal ad-Din menawarkan jalan ke barat ke Asia Kecil. Sulaiman Syah dan keluarganya kemudian menetap di sana. Namun, Sungai Euphrates tiba-tiba meluap dan menewaskan pemimpin suku Kayi itu pada tahun 1228 M.

Setelah luapan banjir itu, mereka terbagi menjadi dua kelompok: yang pertama ingin kembali ke tanah air mereka, dan yang kedua mengembara ke Asia Kecil. Ertughrul, anak Sulaiman Syah, memimpin kelompok kedua, yang terdiri dari sekitar 400 keluarga. Mereka kemudian melayani Sultan Alauddin II dari Turki Seljuk Rum di Konya, Anatolia, Asia Kecil.

Pada saat itu, Sultan Seljuk berperang melawan Bizantium. Dengan bantuan Ertughrul, Bizantium dikalahkan. Ertughrul memperluas wilayahnya dengan menyerbu wilayah Bizantium, menjadikan Sogut pusat kekuasaannya. Pada saat itu, Dinasti Seljuk mengalami kemunduran. Dengan persetujuan Sultan Alauddin II, putra Ertughrul, Osman, mengambil alih kedudukannya setelah ia meninggal. Dinasti Seljuk terpecah menjadi banyak kerajaan kecil karena serangan Mongol. Ketika ini terjadi, Osman mendeklarasikan Kerajaan/Kesultanan Utsmani, yang ia pimpin, dan mengklaim kemerdekaan atas wilayah yang dikuasainya. Kerajaan/Kesultanan ini melindungi para sultan dari serangan Mongol.

Logo Kesultanan Dinasti Utsmani

Kerajaan/Kesultanan Utsmani menekankan kekuatan militer dan konsep dinasti. Seorang Khalifah-Sultan mewakili kepemimpinan. Utsman I mengumumkan dirinya sebagai Padisyah al Utsman pada tahun 699 H/1299 M dan mulai memperluas wilayahnya. Ekspansi mencapai puncaknya selama pemerintahan Mehmed II (Muhammad II), Al-Fatih, yang merebut Konstantinopel pada tahun 1453 M dan mengubah namanya menjadi Istanbul.

Faktor Utama Dinasti Utsmani Sukses

Kelima faktor utama yang mendukung kesuksesan Dinasti Utsmani dalam memperluas wilayah mereka termasuk kemampuan taktis, gaya hidup sederhana namun maju, semangat jihad, keinginan untuk mengembangkan Islam, dan lokasi strategis Istanbul.

Turki Utsmani mencakup wilayah yang luas selama kejayaannya, termasuk Eropa, Austria, Mesir, Afrika Utara, Aljazair, Asia hingga Persia, serta sebagian besar lautan di sekitarnya. []

Tonton Kurulus Osman Subtitle Indonesia disini

BACAAN RECOMMENDED:
Sejarah Peradaban Islam
Sejarah Turki Utsmani dari Kabilah ke Imperium

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Silahkan klik di sembarang tempat sebagai tanda sudah menjawab salam

Gambar